oleh

Diwarnai Aksi Penolakan dari Para Pedagang, Hari Pertama PSBB Di Kota Dumai

Trajunews.com ||DUMAI||Ratusan pedagang pasar senggol menggelar aksi demontrasi di Jalan Jendral Sudirman tepatnya di depan Hotel Grand Zuri Dumai, Senin malam (18/5/2020) sekitar pukul 22.00 WIB.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diatur dalam Perwako Nomor 34 Tahun 2020 bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

Namun para pedagang menolak penerapan PSBB di Kota Dumai 18 sampai 31 Mei 2020 mendatang.

Para pedagang menyayangkan sikap pemerintah memberlakukan PSBB jelang lebaran. Kebijakan tersebut  dinilai dapat merugikan pedagang untuk memanfaatkan momen Idul Fitri untuk menjual dagangannya menjelang lebaran.

Dalam orasinya, pedagang juga meminta agar pemerintah menunda menerapkan PSBB. “Tunda PSBB, terapkan setelah lebaran,” teriak pedagang.

Pantauan di lapangan, aski pen‎olakan PSBB yang dilakukan oleh para pedagang ini mendapat pengawalan yang cukup ketat dari aparat gabungan seperti TNI/Polri, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya.

‎”Kami menolak diberlakukannya PSBB menjelang lebaran, kebijakan ini dapat merugikan kami dan para pedagang lainnya untuk menjual dagangannya menjelang lebaran,” teriak salah satu pedagang.

Sementara Ajo, salah satu pedagang kaki lima yang kesehariannya menjual pakaian di pasar senggol jalan Sudirman, mengaku bahwa di momen menjelang lebaran ini merupakan momen ia menjual barang dagangannya. 

“Kenapa baru sekarang diterapkan PSBB, di momen ini lah kami mencari rezeki menjelang lebaran, kami berharap kepada pemerintah jangan memberatkan kami sebagai pedagang karena aturan PSBB yang membatasi kami berjualan,” sebutnya. 

Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira turun langsung ke lapangan mencoba melerai aksi penolakan PSBB tersebut. 

Kapolres Dumai, memberikan pemahaman kepada para pedagang terkait PSBB di Dumai, namun pedagang tetap bersikukuh menolak PSBB. 

Kapolres mengaku, bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait penerapan PSBB kepada para pedagang, yang mana mereka masih tetap bisa berjualan, namun memang dibatasi oleh Jam. 

“Kita sudah jelaskan mereka tetap bisa berjualan dengan mengenakan masker, dan menjaga jarak sosial,” kata Kapolres.

Berdasarkan pantuan di lapangan, dalam aksi penolakan PSBB oleh pedagang kaki lima tersebut tidak ada korban luka-luka maupun ‎korban materil.(HRC)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed