Jayalah Indonesia Ku

0
148

Belum Genap 72 tahun kemerdekaan bangsa ini, tetapi pondasi kuat pancasila masih berkiprah melebarkan sayapnya untuk bangsa ini, karena bangsa Indonesia masih memandang perlu adanya pancasila sebagai ideologi Indonesia, ideologi yang masih sangat relevan dengan kondisi bangsa hari ini.

kondisi yang majemuk, plural dan beragam dengan pelbagai budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.  Semua terangkum dalam semboyan bhineka tunggal ika (berbeda-beda tetapi tetap satu).

Mengutip Pidato Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945.

“Kita mendirikan negara Indonesia, yang kita semua harus mendukungnya. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia, bukan golongan Islam buat Indonesia, bukan Hadikoesoemo buat Indonesia, bukan Van Eck buat Indonesia, bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia, tetapi Indoesia buat Indoesia. Semua buat semua!”

Pidato diatas hasil kontemplasi Soekarno bepuluh-puluh tahun. Bukan waktu yang sebentar untuk merumuskan ideologi bangsa, jika ada suatu golongan atau kelompok yang ingin merubah ideologi bangsa dan dengan waktu cepat apa jadinya nanti bangsa kita ini?

Mari kita renungkan bersama-sama, pentingnya kita menjaga Pancasila sebagai dasar negara kita, sebagai ideologi bangsa yang tidak tendensius dengan golongan-golongan atau firkah-firkah yang tersebar luas di tanah air tercinta ini. 

Tentunya kita sebagai Warga Pergerakan harus memiliki rasa nasionalisme terhadap tanah air, karena sejak awal berdirinya Nasionalisme PMII sudah tidak diragukan lagi, sudah jelas! Dan terbukti! Dalam sejarah dan perkembangan gerakan kebangsaan di negeri ini, PMII hadir dengan semangat nasionalisme religius. Nasionalisme Islam. Bahkan Indonesia sudah menjadi prioritas dalam perumusan nama beridirnya PMII sebagai organisasi pada tahun 1960 silam. Tahukah anda, dalam bukti institusionalistas yang termaktub dalam konstitusi organisasi PMII lebih nasionalis dari GMNI. (Baca: Cuma Catatan Kaderisasi) karena jika kita lihat mukaddimah (pembukaan anggaran dasar) GMNI pasal 2 : GMNI berdasarkan marhaenisme, marhaenisme yang dimaksud ini sebagai asas perjuangan GMNI (baca: AD GMNI). Kalau PMII sudah jelas mukaddimahnya pun diawali pancasila, dan pancasila pun sebagai asas PMII dalam pasal 2 (Baca AD PMII)
Sudah jelas dan tidak diragukan lagi bahwa PMII secara konstitusi sangat nasionalisme. 

Tapi apakah kita sudah mengimplementasikannya? 

Ada peribahasa mengatakan: dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. 

Konsekuensi logisnya adalah ketika kita sudah ber-PMII berarti kita harus mengikuti konstitusi PMII dengan Nasionalismenya yang tinggi terhadap Tanah Air, Bangsa dan Negara.
NKRI Harga Mati.

Pancasila.. Jaya !!

Tangan terkepal dan maju kemuka.. Lawaaann !! 

PMII.. mantap jiwa

Saya Indonesia
Salam Pergerakan !!

Refleksi Hari Lahir kemerdekaan..

– Ketua umum pengurus cabang pergerakan mahasiswa islam indonesia Kota Dumai (M.Afdhol El Anshory)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here