oleh

KKP Dumai Wajib Jadi Garda Terdepan Tangkal Virus Corona

Trajunews.com || DUMAI || Sekretaris Dinas Kesehatan Dumai dr Syaipul telah membenarkan terdapat 1 pasien suspect Corona atau Covid-19. Kini tengah menjalani perawatan di RSUD Dumai, (03/03/2020).

Satu orang warga Dumai kini menjalani isolasi tersebut bekerja di salah satu perusahaan di Kota Dumai sebagai buruh tenaga bongkar muat kapal.

Dari riwayat ia(red) pernah melakukan kontak dengan kapal berasal dari luar negeri, salah satunya kapal dari daerah terjangkit corona yaitu Singapura.

Dijelaskan Syaipul, pasien laki-laki tersebut awalnya mengalami demam dan telah beberapa kali berobat, sampai sekarang masih mengeluhkan demam. Saat diukur suhu tubuhnya sekitar 37 hingga 38 derajat celcius.

Hingga saat ini, Dinas kesehatan kota Dumai masih menunggu hasil dari laboratorium Provinsi Riau, guna memastikan status 1 pasien suspect Corona atau Covid-19. Kini tengah menjalani perawatan di RSUD Dumai.

Terkait proses pengecekan sejumlah kapal Tangker Kargo berasal dari berbagai negara yang masuk ke Indonesia melalui Selat Morong berlabuh di Perairan Dumai, kemudian sandar pada setiap pelabuhan-pelabuhan dikota Dumai ini menjadi tanggung jawab utama dari pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) merupakan barisan terdepan Kementerian Kesehatan di pintu masuk negara untuk cegah tangkal penyakit menular yang masuk dan keluar wilayah RI khusus nya dikota Dumai saat ini.

Ketika dikonfirmasi Kepala Kantor kesehatan pelabuhan kelas III Dumai, Efrizon, SKM, melalui Kepala seksi pengendalian Karantina Surveilans Epidemiologi, Suprapto, SKM, M.Si. mengatakan kapal asal singapura yang dinyatakan kontak lansung dengan 1 pasien suspect Corona atau Covid-19 di RSUD Dumai itu, bebas dari kedaruratan kesehatan masyarakat. Saat petugas dari KKP melakukan pemeriksaan kesehatan, kapal tersebut berserta seluruh kapten dan ABK nya dinyatakan bebas dari virus Corona atau Covid-19.

“Kapal asal Singapura itu MT Kokuka Vigorus datang dari Pelabuhan Protklang tiba di Dumai pada tanggal 22 Februari 2020. Dan saat itu juga kita lakukan pemeriksaan dan hasilnya kapal beserta seluruh awak nya dinyatakan bebas dari virus Corona atau Covid-19. Hal itu sesuai dengan surat izin lepas karantina yang telah di terbitkan. Bahkan hingga tanggal 02 Februari 2020 kita masih pantau kapal tersebut yang telah keluar dari perairan Indonesia juga didapati laporan bahwa bebas virus Corona atau Covid-19,” Ujar Suprapto kepada Trajunews.com

Ketika ditanya, mengapa petugas KKP tidak memberlakukan keadaan siaga dan lakukan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh crew kapal dari berbagai negara di perairan Selat Morong yang merupakan pintu masuk seluruh kapal Tanker tujunan perairan Duami.

Suprapto menjawab dengan alasan yang sedikit miris, pihak nya telah berupaya maksimal tapi keterbatasan SDM menjadi kendala.

“Kita juga ada kok, kapal asal Cina kami akan lansung Ke Selat Morong. Dan kalau kapal yang dari Cina dan udah masuk ke Singapura kita lakukan pengecekan di areal labuh. Saat ini kami masih pilah-pilah. Dan kami yakini bahwa saat kapal labuh di perairan Dumai tidak ada pihak mana pun yang berinteraksi, karna kami lah yang pertama akan naik ke kapal tersebut untuk melakukan pemeriksaaan,” Jelasnya.

Suprapto juga menambahkan jika KKP untuk stanbay dan memberlakukan Siaga di Perairan Selat Morong untuk memiriksa semua kapal yang akan masuk. Kendala terdapat pada SDM dan jarak tempuh yang menjadi ancaman bagi petugas Karantina Kesehatan KKP.

“Tentunya kita berfikir juga SDM kita terbatas. Jika kita di stanbay kan disana apa cukup dengan tempat tinggal petugas kami di sana saja, transport dan hal-hal pendukung lain nya bagaimana. Sementara saat ini saja petugas kami yang kesana di bawa dengan kapal pompong yang keselamatan nya tidak terjamin,” Katanya pada wartawan

Suprapto kembali menimpali bagaimana kami menyelamatkan nyawa orang banyak sementara nyawa petugas kami juga terancam dengan keselamatan menuju lokasi.

“Intinya saat ini kami patuh dari hasil rapat beberapa waktu lalu bahwa kapal yang asal Cina kami lansung lakukan pemeriksaaan di Selat Morong. Rapat itu juga dihadiri Pelindo,Agen Pelayaran, KSOP. Dan jika fasilitas petugas kami disiapkan dengan layak maka kami siap untuk stanbay di Selat Morong, ” tutup Suprapto.

Namun demikian jika pihak KKP menerapkan cara pilih-pilih kapal yang dilakukan pemeriksaan di pintu masuk perairan Dumai ini tentu saja membuka peluang terhadap resiko virus Corona atau Covid-19 masuk ke Kota Dumai.

Pasal nya jika kapal asal negara luar yang akan diperiksa setelah labuh tentu saja telah banyak pihak yang melakukan interaksi dengan kapal yang belum tahu status kesehatan Crew kapal tersebut. Diawali oleh petugas Kepanduan lah orang pertama akan berinteraksi dan disusul oleh para agen-agen kapal.

Port health atau kantor kesehatan pelabuhan Hari ini merupakan garda terdepan dalam wabah penyakit virus Corona atau Covid-19 ini. Bagaiman pun kondisi dam situasi yang di hadapi oleh KKP. Merujuk pada tugas pokok, karna ini adalah berbicara tentang kesehatan, maka sebelum kapal-kapal berbendera asing itu masuk ke Perairan Dumai bila terkait penyakit, itu merupakan tangung jawab Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Perkembangan situasi wabah kesehatan global menuntut KKP sebagai petugas yang mengemban amanat di pintu masuk negara lebih jeli dan mampu mengantisipasi segala kemungkian yang terjadi.

Indonesia sebagai negara anggota WHO mengikuti International Health Regulation (IHR) 2005. Dalam IHR 2005 semua negara harus dapat cegah tangkal terhadap semua penyakit yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed