KSOP dan Pelindo Dumai di Gugat Terkait Larangan Pengisian BBM dari Mobil Tanki di Pelabuhan Pelindo

0
155

DUMAI, TRAJUNEWS.COM – Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan Kota Damai dan PT Pelindo I Dumai di gugat ke Pengadilan Negeri (PN) Dumai. Gugatan itu di layangkan oleh Agen Pelayaran dan Pengusaha Banker BBM Yulius. Pria berkumis itu menggugat terkait larangan pengisian BBM melalui mobil tanki ke dermaga Pelabuhan Pelindo Dumai.

Yulius melalui Kuasa Hukumnya Raja Edi mengatakan pihaknya menggugat hal tersebut, karena pelarangan tersebut tidak berdasar dan melawan hukum. “Kami menilai hal Itu tidak ada dasar yang kuat,karena dalam aturan yang ada, KSOP bukan melarang tapi mengawasi, hal ini lah yang kami gugat,” sebutnya.

Apalagi sebelumnya, kegiatan tersebut mendapatkan izin dari KSOP, namun sekarang KSOP mengeluarkan surat edaran pelarangan aktivitas pengisian BBM dari mobil tangki ke kapal di dermaga Pelindo. “Kegiatan itu sudah berlangsung lama dan mendapatkan izin,”tuturnya.

Sedangkan untuk Pelindo ia mengatakan menggugat terkait menutup kegiatan banker di pelabuhan dan adanya indikasi dugaan pungutan dari aktivitas tersebut.

“Kami yakin gugatan ini bisa kami menangkan,” tambahnya.

Sementara itu, Humas PT Pelindo I Dumai, Agus mengatakan pihaknya sudah mengetahui adanya gugatan ke pihak Pelindo. “Itu hak mereka, kami akan siap semuanya, nanti biro hukum kami yang menangani,” tuturnya.

Sedangkan, Kepala KSOP Dumai Jonggung mengatakan pihak siap menghadapi gugatan tersebut.”Kami belum di panggil,” ujarnya.

Selain itu Jonggung mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran tentang pengisian bahan bakar minyak (BBM) ke kapal-kapal di Pelabuhan Dumai.”Rujukan kita yakni UU nomor 17 tahun 2008 pasal 90, 94, 216, dan 416, selain itu juga permen ESDM nomor 16/2011 serta Telegram Dirjen Kemenhubla tentang larangan kegiatan pengisian bahan bakar minyak ke kapal-kapal dengan mobil tangki di dermaga,” tuturnya.

Dalam surat edaran tersebut di jelaskan poin mengenai penghentian pengisian bahan bakar minyak ke kapal-kapal melalui tangki. Selain itu juga disebutkan pengisian bahan bakar minyak ke kapal hanya dapat dilakukan Badan Usaha yang memiliki surat keterangan penyalur dari Kementerian ESDM dan beberapa poin lainnya.”Ini menimbang aspek keselamatan dan keamanan, karena jika diizinkan saat terjadi sesuatu seperti kebakaran dan pencemaran siapa yang bertanggung jawab,”tutupnya.

Editor : Wijaya
Penulis : Rahmad
Fhoto : Trajunews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here