oleh

Lanal Dumai Amankan Kapal Muatan Bawang Ilegal

Dumai,Pangkalan TNI AL Dumai berhasil menggagalkan upaya penyeludupan Bawang Merah illegal asal Malaysia yang dibawa dengan menggunakan KM. Kayuara Jaya 1 GT. 5, pada Senin (4/2/2019) kemarin sekira pukul 21.55 WIB di perairan Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Wahyu Dili Yudha Hadianto melalui Palaksa Lanal Dumai Letkol Laut (KH) Syaiful S menjelaskan kronologi penangkapan KM. Kayuara.

Berawal dari informasi yang diterima oleh Tim F1QR Lanal Dumai pada tanggal 03 Februari 2019 kemarin, bahwa akan ada kegiatan penyelundupan barang illegal yang dibawa dengan menggunakan Kapal Motor dari Malaysia tujuan ke Kabupaten Bengkalis.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim F1QR Lanal Dumai  dengan menggunakan Unsur Patroli Sea Rider melaksanakan penyisiran dan penyekatan di sekitar perairan Bengkalis. Setelah melaksanakan penyisiran selama kurang lebih 14 jam namun belum terdeteksi kapal-kapal yang mencurigakan, serta cuaca di laut pada saat itu tidak mendukung sehingga pada tanggal 04 Februari 2019 pukul 04.00 WIB tim F1QR Lanal Dumai memutuskan untuk kembali ke pangkalan sambil menunggu perkembangan informasi lebih lanjut,” jelas Palaksa.

Kemudian pada tanggal 04 Februari 2019 pukul 10.00 WIB tim F1QR Lanal Dumai kembali bergerak untuk melanjutkan Patroli disekitar perairan Bengkalis, pada pukul 21.55 WIB tim mendeteksi suara kapal motor namun tidak menggunakan lampu navigasi sehingga tim patroli mencurigai kapal motor tersebut, kemudian melaksanakan prosedur Pengejaran, Penangkapan, dan Penyelidikan (Jarkaplid).

“Selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan didapat hasil nama Kapal tersebut KM. Kayuara Jaya 1 GT. 5 membawa muatan ± 9 Ton (1000 kampit) Bawang Merah asal Malaysia tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah,” ujarnya.

Kemudian KM. Kayuara Jaya 1 GT. 5 beserta muatan Bawang Merah illegal dikawal menuju Lanal Dumai untuk dilakukan penyidikan serta diproses sesuai hukum yang berlaku.

“KM. Kayuara Jaya 1 GT. 5 yang membawa muatan ± 9 ton (1000 kampit) bawang merah asal malaysia yang tidak dilengkapi Dokumen Karantina tersebut diduga melanggar Undang-undang RI Nomor 16 tahun 1992 pasal 5, Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan jo Pasal 2 Peraturan Pemerintah RI Nomor 14 tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan,” pungkasnya.

Terkait proses hukum terhadap KM. Kayuara Jaya 1 GT. 5 yang membawa muatan ± 9 ton (1000 kampit) bawang merah asal malaysia tersebut, Lanal Dumai akan melaksanakan Koordinasi kepada pihak terkait untuk proses hukum lebih lanjut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat bawang merah tersusun rapi dan dilapisi dengan tumpukkan beberapa kampit jahe diatasnya kemudian ditutup dengan menggunakan terpal plastik. (Vie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed