Nelly Alie Aset “Emas” Yang Dimiliki Kota Dumai

0
299

​DUMAI, TRAJUNEWS-COM – Nelly Alie, seniwati dan penyair asal Kota Dumai yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia seni melayu ternyata memiliki level Internasional. Ia kerap tampil di even-even mancanegara di Malaysia.

22 September tahun 2016 lalu Nelly Alie tampil di Acara Syair Alam Melayu Nusantara 2016, ajang level ASEAN yang ditaja Akedemi Seni ND Lala Malaysia. 

Lalu, 30 September 2017 kemarin Nelly Alie kembali diundang dalam Persembahan Puisi dan Syair ASEAN 2017 di Auditorium Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Kuala Lumpur, 30 September 2017, Bersempena Kuala Lumpur International Arts Festival.

Tak hanya itu, ia juga pernah menyabet gelar juara 3 dalam lomba pantun melayu serumpun tahun 2014 yang digelar oleh Institut Seni Malaysia Melaka, (ISMM).

Tahun 2009 lalu ia telah mengeluarkan album Dumai Bersyair yang berisi 10 macam jenis syair. Irama syair di album tersebut hasil dari pencarian dan usaha seniman Riau Alm Mufti E Dam, sekaligus penulis lirik. Arransemennya oleh Yopi.   

“Awalnya saya tampil diajang ASEAN di Malaysia kerena perkenalan saya dengan Seniman, Artis dari Malaysia, Roslan Madun,” ungkap Nelly Alie, ditemui wartawan di kediamannya beberapa hari yang lalu.

Diceritakannya, tahun 2016 lalu Roslan Madun tengah mencari dan mempelajari macam-macam jenis syair. Lalu Roslan melihat penampilan Nelly yang membawakan syair Dumai di youtube. 

“Lalu bang Roslan Madun datang ke Dumai mencari saya. Kemudian kami bertemu dan menjalin hubungan baik serta bertukar pengetahuan soal syair. Sejak perkenalan itu saya diundang ke Malaysia tahun lalu dan tahun ini,” jelasnya.

Dalam Persembahan Puisi Dan Syair ASEAN 2017 itu, Nelly Alie membacakan Syair jenis kapal yang dipadukan dengan drama, puisi, syair lainnya yang menghasilkan suatu persembahan teater yang megah dengan tema perjuangan. 

“Tahun ini kita tidak tampil sendiri-sendiri. Tapi dalam satu pementasan drama di situ ada puisi dan syairnya. Menghasilkan suatu persembahan teater yang megah dengan tema perjuangan,” jelasnya lagi.

Nelly mengaku bangga sebagai warga Dumai bisa tampil di ajang seni level ASEAN dan mancanegara. Bahkan ia terharu sekali bahwa nama Dumai sangat dikenal di sana, sehingga apresiasi yang tinggi diperolehnya usai melakukan persembahan.

“Sangat luar biasa apresiasi masyarakat di sana. Bahkan usai saya perform, saya didatangi segerombolan anak sekolah yang menyampaikan rasa kagumnya. Bahkan mereka mengaku terinspirasi dari persembahan saya,” kenang Nelly bangga.  

Keresahan dan Kegundahan Hati
Namun, disebalik itu semua, masih ada keresahan dan kegundahan di hati seorang Nelly Alie. Ia melihat seni syair belum menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

Seperti Kota Dumai yang sejak tahun 2009 telah memiliki album Dumai Bersyair yang berisikan 10 jenis gaya lagu dan syair yang harusnya dipelajari dan dilestarikan bagi generasi muda.

“Sampai saat ini belum ada reaksi untuk mengenalkan dan mempelajari serta melestarikan syair tersebut padahal itu warisan budaya bagi kita masyarakat melayu,” ucapnya.

Diceritakan Nelly Alie ketika ia tampil di Malaysia tahun 2016 di Acara Syair Alam Melayu. Bahkan penyair Malaysia melantunkan 3 syair yakni Syair Rawi, Bagondak dan Burung yang merupakan syair Dumai.

“Artinya syair-syair kita itu bagus. Sehingganya orang luar mempelajarinya dan menampilkannya. Bahkan Syair Dumai dijadikan mata pelajaran di Malaysia. Juga diperlombakan disana,” ungkap Nelly.

Nelly berharap harus ada pelatihan-pelatihan untuk mengenalkan seni syair ini. Bahkan harusnya kesenian dan syair ini masuk dalam mata pelajaran sekolah seperti muatan lokal atau kesenian daerah.
“Alangkah ironisnya jika kita anak melayu tinggal di negeri melayu tapi tidak mengetahui kesenian melayu,” pungkas Nelly Alie sembari menutup wawancara khusus.

Editor : A.andika

Sumber : monitorriau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here