Penegak Hukum Harus Menentukan Sikap Terhadap Mafia People smuggling

0
191

DUMAI,TRAJUNEWS.COM-Harus menjadi catatan tersendiri bagi para aparat penegak hukum dikota Dumai. Hanya berselang hitungan hari dari persoalan perkara People smuggling terhadap tiga terdakwa, mereka bernama Said Saleh (49) dan dua lagi yakni Warga Negara (WN) Bangladesh bernama Jowel (40) serta Adlis (50). Yang akhirnya ketiga terdakwa divonis bebas oleh pengadilan negeri Dumai.

Tepat pada Minggu Minggu (24/09/17) sekira pukul 10.00 Wib petugas dari Polsek Rupat Utara dan Koramil 05 Rupat kembali mengamankan 42 orang laki-laki berkembangsaan Banglades. Kesemua imigran gelap tersebut di temukan terdampar dilahan kebun sawit milik PT Marita Jaya di Tanjung Umbul Kecaman Rupat Utara Kabupaten Bengkalis.

Dari hasil informasi sementara yang dirangkum trajunews.com dilapangan. Para agen telah menukarkan tiket tujuan mereka dari Malaysia dialihkan ke Pekanbaru-Indonesia. kemudian pihak agen berencana mengirim mereka ke Malaysia melalui Kota Dumai dengan jalur gelap atau tidak resmi.

Data diatasi senada dengan pengakuan salah seorang imigran gelap Muhammad Arofi(36) korban People smuggling kepada trajunews.com mengakui mereka mengunakan speed boat dari Dumai menuju Rupat Utara dan berencana langsung berangkat menuju Malaysia.

“Rencana nya kita dari Pekanbaru,terus dibawa ke hutan Rupat Utara melaui jalur Dumai menggunakan speed boat, dijanjikan akan langsung berangkat ke Malaysia. Tapi nyatanya kami ditelantarkan hingga berhari-hari tanpa dikasi makan dan orang yang menjanjikan kepada kami itu kabur dengan membawa 21 buah Hp milik kami yang disita mereka. Tujuan kami ke Malaysia adalah untuk berkerja di sejumlah proyek sebagi kuli bangunan,” Jelas Muhamad dengan kalimat terbata-bata.

Tidak dapat dipungkiri kota Dumai merupakan sasaran empuk bagi para mafia yang berkecimpung dalam permainan People smuggling. Para penegak hukum diharapkan serius dalam penegakan terhadap setiap kasus. Belum lagi dugaan main mata antara oknum instansi penegak hukum bersama dalang ulung mafia People smuggling juga terus menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini.

Dibalik itu, apakah 42 orang imigran gelap asal Banglades yang baru saja di amankan petugas dari Polri-TNI Rupat Utara dan diserahkan kepada pihak kantor imigrasi kota Dumai adalah jaringan yang sudah terorganisir dan sudah melalui koordinasi tingkat tinggi. Tentu ini membutuhkan keuletan,keseriusan juga secara lansung menjadi PR baru bagi penegak hukum dikota Dumai yang kita cintai ini.(mad)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here