oleh

Satu Pasien PDP Covid-19 RSUD Kota Dumai Meninggal Dunia

Trajunews.com||DUMAI|- Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di RSUD Kota Dumai dinyatakan meninggal dunia. Saat dibawa ke RSUD Kota Dumai kondisi pasien sudah cukup parah dan memiliki riwayat sakit jatung. Bahkan umur pasien sudah berumur 88 tahun.

“Benar ada satu pasien PDP Covid-19 yang meninggal dunia, Sabtu (21/3) lalu, namun saat sampai ke RSUD Kota Dumai kondisi sudah cukup parah,” ujar Sekretaris Diskes Kota Dumai, dr Syaiful, Ahad (22/3) kemarin malam.

Syaiful enggan menjelaskan jenis kelamin dan alamat pasien tersebut. Ia hanya menyebutkan warga yang meninggal dunia itu merupakan warga Dumai. “Kami tidak boleh merinci itu,” tuturnya.

Ia mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel untuk di periksa di laboratorium dan sudah dikirim ke Diskes Provinsi. “Mudah-mudahan hasilnya negatif, karena kalau lihat riwayat penyakit ada penyakit jantung yang memang cukup parah, pasien sudah di kebumikan keluarga dengan pengawasan dari Diskes,” tuturnya.

Di jelaskannya, hingga Ahad (22/3) tercacat ada 5 warga Dumai yang masuk PDP dengan rincian satu di nyatakan negatif, satu meninggal, satu sedang dirawat di RSUD Kota Dumai dan dua di rawat di RS Pertamina Dumai. “Saat ini kami masih menunggu hasil laboratorium para pasien, kalau melihat perkembangan kesehatan, kondisi mereka mulai membaik, dan berada di ruang isolasi tuturnya.

Ia mengatakan pihaknya juga sudah melakukan tracking kontak untuk pasien PDP yang meninggal maupun masih di rawat. Hal itu untuk mengantisipasi jika kemungkinan terburuk terjadi.

Ia mengatakan PDP merupakan pasien yang memiliki gelaja Covid-19 seperti batuk, flu, demam tinggi dan sesak nafas, sementara Orang Dalam Pemantauan (OPD) di Kota Dumai ada sebanyak 68 orang. “Mereka merupakan orang yang tidak menunjukkan gelaja, namun patut diduga karena memiliki riwayat perjalanan di negara maupun kota yang sudah di nyatakan positif Covid-19,” tuturnya.

68 orang tersebut di minta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah mereka selama 14 hari dan terus dilakukan pemantauan dengan melibatkan pihak kecamatan maupun kelurahan. “Mereka tersebar di 22 Kelurahan di Kota Dumai, selain itu bagi masyarakat yang ingin melihat perkembangan Covid-19 dan upaya pencegahan Covid-19 bisa mengakses website Covid-19.dumaikota.go.id,” tuturnya.

Mantan direktur RSUD Kota Dumai itu meminta masyarakat Kota Dumai benar-benar mewaspadai ancaman Covid-19, tidak menganggap wabah ini dengan sepele. “Tolong memang hindari melakukan perkumpulan, tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak, jaga pola hidup sehat,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed