Sekelompok Orang Rusak TPS Pilgubri di Dumai

0
83

DUMAI, TRAJUNEWS.COM-Pemilih Gubri dan Wagubri yang tidak memiliki undangan mencoblos merusak Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kampung Baru Kecamatan Bukit Kapur, Dumai, Riau, Senin (29/01) sekira pukul 08.30 WIB.

Permasalahan adanya warga yang ingin memberikan hak suara tanpa memiliki undangan. Namun ditolak oleh petugas KPPS karena tak memiliki undangan. Ketika menunjukan e-KTP tidak sesuai dengan domisili tempat TPS itu berada. Akibat emosi pemilih yang tak memiliki undangan tersebut membuat TPS Pilgubri rusak. Bahkan bilik suara berserakan dilantai dan meja serta kursi terbalik. Rusuh di TPS tersebut merupakan kegiatan simulasi Operasi mantap praja muara takus 2018, simulasi pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) dan sistim pengamanan kota Dumai dalam rangka mengamankan pemilih gubernur dan wakil gubernur tahun 2018 di lapangan Bukit Gelanggang, Senin (29/01/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri Kabag Ops Polres Dumai Kompol GTP. Siringo Ringo, SH, PJU Polres Dumai, Ketua KPU Kota Dumai Bpk. Darwis, S.Ag beserta komisioner, Ketua Panwaslu Kota Dumai beserta Komisioner Bpk. Supratman Spd. Kabag Ops Polres Dumai Kompol GTP. Siringo Ringo, SH menjelaskan adapun personil yang terlibat dalam simulasi tersebut adalah satu PletonPasukan Dalmas Inti, satu Pleton Pasukan Dalmas Awal, satu Pleton Pasukan Raimas, satu Pleton Personil Sat Lantas. Dua pleton Tim Bulshit (pendemo), satu Regu Tim Medis RS Bhayangkara. Adapun rangkaian skenario kegiatan simulasi antara lain adanya kegiatan pemungutan suara di TPS Kampung Baru, Bukit Kapur Kota Dumai dengan permasalahan adanya warga yang ingin memberikan hak suara tanpa memiliki undangan.

Warga yang tidak diberikan hak utk memberikan suaranya di TPS membuat keributan.

Kemudian warga yang tidak diberikan hak untuk memberikan hak suara di TPS pergi bersama – sama Kantor KPU Kota Dumai untuk meminta penjelasan. Pada saat personel Polsek bukit Kapur melaksanakan patroli, menemukan adanya sekelompok massa yang berjumlah lebih kurang 50 orang yang diduga merupakan para simpatisan dengan menggunakan alat peraga dan peralatan lainnya yang akan mendatangi KPU Kota Dumai, selanjutnya personel yang melaksanakan patroli melaporkan hal tersebut ke Kapolsek Bukit Kapur.

Mendapat informasi tersebut, selanjutnya Tim negosiator diturunkan untuk mengamankan dan menenangkankan para pengunjuk rasa dengan memberikan arahan dan himbauan namun para pengunjuk tetap bersikeras dan kata sepakat tidak tercapai lalu tim negosiator bergerak mundur.

Selanjutnya Tim Dalmas awal diturunkan namun massa semakin bertambah dengan jumlah yang cukup besar karena mulai memaki dan mendorong petugas, menanggapi hal tersebut Kapolsek Bukit Kapur melaporkan hal tersebut ke Kapolres Dumai mengenai situasi dan eskalasi yang sudah meningkat.

Kemudian Kapolres Dumai memerintahkan Kasat Sabhara untuk menambah kekuatan di Kantor KPU Dumai dengan menurunkan Kompi Dalmas Inti. Selanjutnya Danki Dalmas memerintahkan Water Canon untuk melakukan penembakan kearah massa, namun massa semakin beringas dengan melempari serta memukul dengan benda – benda yang mereka bawa terhadap petugas sehingga pasukan dalmas inti melakukan sikap berlindung.

Dengan situasi yang sudah anarkis kemudian Danki dalmas menurunkan dan memerintahkan Tim Raimas melakukan penceraiberaian massa dengan menggunakan motor trail namun semakin memicu kemarahan massa dan massa semakin anarkis dan mulai menyerang petugas.

Selanjutnya Tim Raimas melakukan somasi untuk membubarkan massa, karena tidak diindahkan selanjutnya Tim Raimas menembakkan Flash Ball sehingga massa bercerai berai dan ada salah satu simpatisan pengunjuk rasa yang terluka yang selanjutnya dilakukan pertolongan oleh tim medis Kemudian massa membubarkan diri personel Polsek Bukit Kapur melaksanakan patroli untuk memastikan situasi disekitar Kantor KPU Kota Dumai.

Editor : Wijaya

Penulis : Rahmad

Sumber :RRINews

Foto : Istimewa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here