oleh

Terkait Tongkang Pengangkutan Limbah B3 Chevron Ini Keterangan Sonitha Poernomo

-Dumai-16 views

Menanggapi berita kapal tongkang Citra 3008 dan Tag Boat (TB) Citra 55 dalam beberapa hari terakhir melakukan bongkar tanah terkontaminasi explorasi minyak bumi di Dermaga D Pelindo I Kuala Sungai Dumai. Aktifitas itu diduga tidak memenuhi standar yang ditetapkan sesuai aturan yang berlaku.

Untuk diketahui, eksplorasi minyak menghasilkan tiga jenis limbah B3. Tanah terkontaminasi,limbah sisa operasi,dan limbah sisa produksi.

Tanah terkontaminasi merupakan sisa kegiatan yang mengandung bahan berbahaya,beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung, dapat merusak,mencemarkan lingkungan hidup dan membahayakan kesehatan manusia.

Sonitha Poernomo selalu Manager Corporate Communications Chevron menjelaskan PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) melaksanakan program pemulihan tanah di Blok Rokan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia sesuai arahan dan persetujuan dari KLHK dan SKK Migas.

“Kami dari PT CPI memiliki kontrak dengan pihak ketiga yang berizin dalam kegiatan pengangkutan tanah terpapar minyak bumi. Pihak kontraktor memiliki izin dari instansi pemerintah yang berwenang. Kepatuhan hukum dan peraturan, serta pemenuhan ketentuan-ketentuan dalam kontrak barang/jasa menjadi faktor utama dalam penentuan pemilihan kontraktor.” Ujarnya

Pengangkutan dan pengolahan lebih lanjut limbah terkontaminasi tersebut dimenangkan oleh konsorsium TPAC. Terdiri dari PT Tenang jaya,PT Pria dan PT Adil utama. Ini sesuai kontrak CW 1497497 dengan pekerjaan handling transportasi dan processing limbah terkontaminasi minyak ( COCS ) dari pt Chevron Pasific Indonesia di Riau.

Di lokasi bongkar muat,terlihat kondisi lingkungan sekitar aktivitas berpotensi tercemar.Kapal tongkang Citra 3008 tidak seperti lazimnya kapal pengangkut limbah sebagaimana diisyaratkan undang-undang.Jika diguyur hujan bisa dipastikan air limpasan cocs akan meluber ke tanah sekitar bahkan masuk ke perairan. Juga tidak terlihat adanya oil boom sebagai salah satu syarat mengantisipasi tercemarnya perairan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed