oleh

Tol Pekanbaru-Dumai dan Terowongan Gajah Segera Beroperasi

Trajunews.com ||JAKARTA|| – Progres pembangunan fisik Jalan Tol Pekanbaru-Dumai telah mencapai 99,07 persen dan ditargetkan dapat beroperasi penuh dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan Uji Laik Fungsi (ULF).

Proses ULF tersebut dilakukan mulai dari Seksi II (Minas-Kandis Selatan) hingga Seksi VI ( Duri Utama-Dumai).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kehadiran tol yang dirancang sepanjang 131 kilometer ini dapat mempersingkat jarak tempuh dari Pekanbaru-Dumai atau sebaliknya.

Ketika melalui jalan nasional, pengendara perlu membutuhkan jarak tempuh sepanjang 200 kilometer.

Kehadiran tol ini juga akan meningkatkan konektivitas antara Ibukota Provinsi Riau ini dengan Dumai sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis yang maju.

“Saya kira, truk pengangkut bahan seperti sawit bisa pindah menggunakan jalan tol dengan pertimbangan hitungan waktu. Dengan tol ini, pengguna dapat menghitung waktu perjalanan bahkan dari asal sampai ke pabrik,” ungkap Basuki dalam siaran pers, Kamis (9/7/2020).

Tol Pekanbaru–Dumai terdiri dari enam seksi yakni Seksi I Pekanbaru–Minas sepanjang 9,5 kilometer, Seksi II Minas–Petapahan sepanjang 24,1 kilometer, dan Seksi III Petapahan–Kandis Utara sepanjang 16,9 kilometer.

Lalu, Seksi IV Kandis Utara–Duri Selatan sepanjang 26,25 kilometer, Seksi V Duri Selatan–Duri Utara sepanjang 29,4 kilometer, dan Seksi VI Duri Utara–Dumai sepanjang 25,44 kilometer.

Tol ini dilengkapi dengan 10 Tempat Peristirahatan dan Pelayanan (TIP), yang terdiri dari 5 TIP arah Kota Pekanbaru dan 5 TIP arah Kota Dumai.

Di samping itu, ruas tol ini memiliki empat terowongan perlintasan gajah sebagai bentuk harmonisasi infrastruktur dengan alam.

Terowongan gajah disiapkan dengan bentang 25 hingga 45 meter dan tinggi 5,1 meter serta tanaman hijau agar menyerupai habitat asli.

Terowongan ini dibangun karena di Seksi IV Kandis Utara–Duri ini melintasi Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja dan Siak Kecil, dimana keduanya merupakan koridor perlintasan Gajah Sumatera dengan jumlah populasi sekitar 50 ekor.

Tol Pekanbaru–Dumai dikerjakan mulai Juli tahun 2017 dengan skema penugasan Pemerintah kepada PT Hutama Karya dengan anggaran Rp 16,21 triliun.

Saat ini, Seksi I Pekanbaru-Minas sepanjang 9,5 kilometer telah dibuka secara fungsional mulai bulan Mei 2020.

Tol Permai merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 2.878 kilometer yang terdiri dari koridor utama dan pendukung yang membentang dari Lampung hingga Aceh.

Hingga kini, JTTS yang sudah beroperasi yakni sepanjang 467,6 kilometer.

Ruas yang sudah operasional tersebut yakni Bakauheni–Terbanggi Besar sepanjang 141 kilometer, Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung sepanjang 189 kilometer, dan Palembang–Indralaya sepanjang 22 kilometer.

Kemudian, Medan–Binjai 10,46 kilometer, Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi sepanjang 62,2 kilometer, serta Belawan–Medan–Tanjung Morawa sepanjang 43 kilometer.

Sumber : kompas.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed