oleh

Virus Corona Belum Berakhir, Tawon Vespa Pembunuh Teror AS

Trajunews.com – Amerika Serikat sangat kewalahan dalam menangani pandemi Covid-19. Negara pimpinan Donald Trump itu tercatat paling parah dengan kasus tertinggi di dunia dan kematian juga tertinggi. Saat masih disibukkan menangani Covid-19, AS juga direpotkan dengan teror lainnya yakni serangan lebah atau tawon pembunuh.

Dilansir dari BBC, Kamis (7/5), lebah raksasa Asia sepanjang 5 cm, bernama Vespa Mandarinia, telah menyerang negara bagian Washington. Berbagai sengatan lebah itu bisa mematikan bagi manusia. Tawon vespa itu ternyata juga memberi makan untuk anak mereka.

Para ilmuwan sekarang sedang berburu lebah, berharap untuk memberantas spesies tersebut. Lebah yang ditemukan di Asia itu dan disebut sebagai lebah pembunuh, sengatannya diperkirakan menyebabkan 50 kematian manusia dalam setahun. Data ini menurut New York Times.

Lebah itu sudah muncul di Amerika Utara pertama kali. Kemudian pada Agustus 2019 di selatan Amerika. Beberapa bulan kemudian, pada Desember 2019, serangga terbang itu dilaporkan ke selatan perbatasan di negara bagian Washington.

Washington State University (WSU) tidak yakin bagaimana atau kapan lebah itu pertama kali tiba di Amerika Utara, tetapi peternak lebah di wilayah tersebut telah melaporkan kematian mengerikan dalam beberapa bulan terakhir. Para ilmuwan sedang bersiap untuk mencegah kemunculan lebih lanjut dari spesies ini.

“Tawon itu sangat besar. Ini membahayakan kesehatan, dan jadi predator signifikan dari lebah madu,” kata seorang ilmuwan WSU dan spesialis spesies invasif, Todd Murray.

Serangga itu punya ukuran sebesar kotak korek api, memiliki kepala kuning-oranye besar, mata hitam menonjol, dan perut bergaris hitam dan kuning.
“Mirip monster di kartun dengan wajah kuning oranye yang besar,” kata Susan Cobey, seorang pengamat lebah dari Departemen Entomologi WSU dalam siaran pers.

Siklus hidup lebah raksasa Asia dimulai pada April, ketika ratu keluar dari hibernasi, mereka mulai memberi makan dan mencari sarang bawah tanah untuk membangun sarang. Begitu habitat mereka dibangun pada musim panas dan musim gugur, lebah pekerja dikirim untuk mencari makanan.

Dengan rahang tajam dan berduri, lebah memenggal lebah madu, menggunakan tubuh untuk memberi makan anak mereka. Lebah pembunuh dapat menghancurkan sarang lebah madu dalam hitungan jam. Banyak sengatan mereka dapat membunuh manusia.

“Rasanya seperti ditusuk paku merah panas didorong ke daging,” kata peternak lebah di Pulau Vancouver Conrad Berube kepada New York Times.

Para ilmuwan WSU akan mulai menjebak lebah pembunuh ratu musim semi ini. Tentu itu bertujuan untuk mendeteksi dan memberantas spesies lebah tersebut.

Sumber : Jawapos.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed