oleh

Warga Temukan Jasad Pria Tua Mengapung Di Sungai Kencong

SIAK-Warga Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, Kamis (5/12/2019) pagi. Dihebohkan dengan penemuan jasad seorang pria tua yang diketahui bernama Sukarno (70) di aliran Sungai Kencong Kampung Pinang Sebatang Barat.

Penemuan jasad Sukarno tersebut, ditemukan oleh seorang warga bernama Yudi yang hendak pergi berangkat ke kebun miliknya dan melintasi daerah itu, dan diketahui jasad tersebut merupakan warga Kampung Pinang Sebatang Barat.

“Penemuan jasad korban ini, berawal dari saksi yang hendak ke kebun dan kebetulan melintasi aliran sungai Kencong. Sesampainya di TKP, saksi mencium bau bangkai, selanjutnya saksi melihat jasad korban dalam keadaan mengapung dalam posisi telungkup,” sebut Kapolsek Tualang Kompol Pribadi SH, Kamis (5/12/2019) siang.

Setelah diperhatikan saksi, kata Kapolsek, ternyata jasad korban yang tidak asing dilihat olehnya di Kampung Pinang Sebatang Barat. Korban diketahui sering berjalan sendiri juga dikenali oleh saksi tersebut.

“Saksi kemudian memberitahukan keluarga korban bernama Askan agar memberi kabar kepada keluarga. Dari pengakuan Askan, korban merupakan jasad mertuanya yang dicari-cari. Kemudian pihaknya menghubungi aparat Kepolisian Sektor Tualang,” jelas Pribadi.

Atas laporan tersebut, sekira pukul 10.00 WIB, Tim Opsnal Polsek Tualang yang dipimpim langsung oleh Kapolsek Tualang Kompol Pribadi SH beserta personil kemudian malakukan olah TKP dan melakukan evakuasi terhadap jasad korban tersebut.

“Setelah di evakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RSUD Kelas D Tualang untuk dilakukan visum, dari hasil visum yang dilakukan jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar Kapolsek.

Kapolek Tualang Kompol Pribadi SH menjelaskan, bahwa korban meninggal dunia diduga akibat terjatuh ke dalam aliran sungai pada saat hendak buang air kecil. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga korban, korban ini juga mengalami gangguan seperti pikun atau linglung dan pernah mengalami strok serta tidak dapat berbicara.

“Korban diketahui telah meninggalkan rumah dari sejak hari Sabtu (30/11/2019) sekira pukul 08.00 WIB. Keluarga korban yang merasa kehilangan pun telah berupaya mencari hingga ke Pelalawan. Dan memberitahukannya melalui media sosial,” jelasnya.

Dari keterangan keluarga korban, lanjut Kapolsek, korban sudah sering meninggalkan rumah dan pada tahun 2018 lalu, korban ditemukan di Taluk Kuantan. Kemudian dikembalikan oleh Dinas Sosial kepada pihak keluarga. Dari keterangan keluarga korban, korban ini tidak ada persoalan atau permasalahan dengan keluarga maupun orang lain.

“Saat hendak di visum, keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan untuk tidak dilakukan visum dan menerima perihal tersebut dan mengikhlaskan atas kematian korban untuk selanjutnya dikebumikan secepatnya oleh pihak keluarga,” imbuhnya.

Sumber : datariau

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed