oleh

Angka Kematian Terus Bertambah, Ruang ICU dan Isolasi Pasien Covid Di RSUD Penuh

Trajunews.com ||DUMAI||- ‎Perkembangan Covid-19, di kota Dumai, telah mengkhawatirkan, disamping masih terus mengalami peningkatan jumlah pasien positif Covid-19, angka Kematian trus bertambah setiap harinya, bahkan ruang ICU dan Isolasi biasa bagi pasien Covid-19 ‎di RSUD Dumai, telah Penuh. 

Bahkan, kasus kematian juga kembali meningkat, yang mana, pada Kamis   (22/7/2021), ada tiga kasus kematian akibat terpapar Covid-19. 

Tidak hanya itu, penambahan kasus baru  juga meningkat, bahkan angkanya mencapai 48 kasus baru, pada Kamis  (22/7/2021).

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Kota Dumai, dr Syaiful mengungkapkan, bahwa perkembangan Covid-19 di kota Dumai, sudah menghawatirkan, pasalnya selain penambahan pasien terkonfirmasi positif terus bertambah, beberapa hari belakangan kasus kematian juga terus bertambah.

Ia menambahkan, pada Kamis  telah terjadi penambahan sebanyak 48  kasus positif baru, yang mana 14  kasus menjalani perawatan di RS sedangkan 34 menjalani isolasi mandiri.

“Dengan terus terjadinya penambahan kasus positif dan kasus kematian , kami dari Satgas meminta tolong dengan sangat kepada masyarakat untuk sadar, sadar untuk menerapkan protokol kesehatan, perketat lagi prokesnya dan gunakan masker dengan benar jangan dikendorkan, apalagi angka kematian sudah mencapai 145  kasus,” katanya, kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (23/7/2021).

Diakuinya, secara Akumlasi total kasus Covid-19 yang tercatat di kota Dumai, hingga Selasa   telah menembus angka 7.373  kasus positif, terdiri dari 647 orang menjalani Isolasi mandiri dan 80 pasien menjalani  perawatan di RS,  6.501 dinyatakan sembuh dan 145  orang meninggal Dunia.

‎Bukan hanya itu saja, tambah Syaiful kondisi ruang ICU dan Ruang perawatan isolasi pasien Covid-19 di RSUD kota Dumai, sudah penuh, tentunya ini membuat kerja tenaga medis semakin berat untuk itu mohon protokol kesehatanya diketatkan. 

“Rua‎ng ICU ada 6 kamar, dan sudah tersi penuh, ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD 63 Tempat tidur juga sudah terisi, bahkan dalam satu kamar seharunya satu orang sudah disisi dua orang,” imbuhnya. 

Lebihlanjutdijelaskanya, untuk mensiasati agar pasien tetap tertangani dengan baik, maka pasien terpaksa diantrikan di ruang UGD.

Syaiful menjelaskan, ada beberapa hal yang mempengaruhi meningkatnya angka kasus penambahan pasien po‎sitif, salah satunya yakni kendornya
Protokol kesehatan, salah satunya tak menggunakan masker.

Diakuinya, upaya satgas dalam mengantisipasi penyebaran covid-19 yakni, dengan melakukan pemetaan sesuai intruksi dari pusat.

‎Lebihlanjutdijelaskanya, upaya selanjutnya dalam mengatasi penyebaran covid-19 di kota Dumai, dengan penguatan traking secara maksimal. 

Bukan hanya, itu saja, tambahnya, Pemko Dumai, juga sudah mengeluarkan surat edaran tentang penguatan pelaksanaan protokol kesehatan, dan pembatasan jam operasional pelaku usaham

“Menumbuhkan rasa kesadaran masyarakat akan pentingnya menerapkan Protokol kesehatan, jadi kami minta masyarakat sadar, bahwa cara ampuh melawan Covid-19 yakni, dengan meningkatkan kesadaran menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Ia mengingatkan,  bahwa masih ada penyebaran Covid-19 di kota Dumai, dan angka kematian juga bisa dikatakan tinggi,  untuk semua pihak bisa memahami bahwa Dumai, ‎ masih tetap harus waspada terhadap Covid-19.

“Kita berharap Protokol kesehatan tetap di ketatkan, sehingga penyebaran covid-19, bisa segera di hentikan di kota Dumai,” jelasnya

Diakuinya, Keberhasilan pemerintah menekan penyebaran Covid-19, serta menghentikan jumlah kematian akibat penyakit Covid-19  ini ada di tangan  semua, semua harus  bergotong royong dan aktif dalam melaksanakan Protokol kesehatan.

“Kami mohon  terapkan Prokes, dan selalu gunakan masker, kami berharap masyarakat sadar untuk menerapkan prokes dalam aktifitas sehari hari, ” pungkasnya.

Komentar

News Feed