oleh

Festival Layang Wau & Gasing Semarak Hut Kota Dumai Ke 19

DUMAI, TRAJUNEWS.COM –Sempena Hari Jadi Kota Dumai ke 19 tahun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai menggelar Festival Layang-layang dan gasing yang berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 7 -8 April 2018 di Wisata Pantai Purnama- Dumai.

Ketua Pelaksana kegiatan Nurzerwan, SE.M.Si. yang juga sebagai, orang bkin, ♋ z agai Kabid Budaya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegitan Festival layang- layang dan gasing ini diikuti sekitar hampi 200 Peserta baik dari kota sebagai sebagai xuumaupun Peserta Kabupaten Bengkalis juga hadir. Kegiatan ini byg nwersumber uu hny uu un bg dari APBD Kota Dumai tahun 2018 dan bekerja sama dengan masyarakat kota Dumai khususnya Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat. Sementara dalam sambutannya Drs. Syaari Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan menyampaikan bahwa dengan kegiatan ini mari kita bersama melestarikan budaya permainan rakyat dan mengenalkannya ke genarasi karena di zaman milenial dan teknologi semakin canggih, banyak generasi – generasi yang tidak mengenal budaya dan permainan rakyat sebagai ajang silaturrahmi dan kompetisi.

Sementara Walikota Dumai yang dalam hal ini di wakili oleh Asisten 2 bidang perekonomian dan pembangunan, H. Syamsudin,ST.M.Si menyampaikan dukungan dari pemerintah Kota Dumai terhadap kegiatan Permainan Rakyat baik layang – layang maupun permainan gasing, karena mengenalkan budaya kepada masyarakat sebagaimana tema dari Hari Jadi Kota Dumai ke 19 Tahun adalah Bersama Kita mewujudkan Negeri Beradab, Negeri santun, Negeri Harmonis yang berbudaya. Harapannya untuk kedepannya kegiatan – kegiatan seperti ini tetap berlangsung dan semakin meriah sehingga dikenal dikhayak ramai. Pembukaan Festival Layang – layang dan gasing ini di tandai dengan pemukulam kompang dan menaikkan layang – layang ke udara.

Salah satu keunikan dari kegiatan Festival ini adalah peserta yang mengikuti mengenakan busana melayu, mulai dari Tanjak dan lain – lain , sehingga lebih menyemarakkan suasana yang berbudaya Melayu.

Layang-layang atau disebagian daerah lain menyebutnya layangan dan di negara tetangga mengenal nya dengan sebutan wau (di sebagaian wilayah Semenanjung Malaya). Dia adalah sebuah permainan lembaran berbahan tipis berkerangka dari rautan bambo yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan oleh pengendali.

Selain sebagai mainan, layang-layang memiliki manfaat lain yang lebih berguna untuk manusia yaitu penghilang sters. Permainan layangan juga sering di perlombakan dalam beberapa perhelatan besar.

Untuk memastikan Layang-layang dapat terbang indah di udara, faktor kekuatan hembusan angin sebagai pengangkatnya menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan. Disamping itu benda yang satu ini, dikenal luas di seluruh dunia selain sebagai alat permainan, layangan juga menjadi alat bantu memancing atau menjerat, bisa juga menjadi alat bantu penelitian ilmiah serta media energi alternatif.

Sedangkan pada kebiasaannya Layang-layang atau wau akan dimainkan oleh dua orang, satu orang sebagai juru anjung yang memegang wau dan seorang nya lagi sebagai juru tarik yang memegang tali. Apabila angin bertiup maka tali akan ditarik melawan arus angin dengan cara menghulur dan menarik talinya sehinggalah wau tersebut tinggi di udara. Kilauan cahaya matahari akan menambah cantik lagi wau yang dihias berwarna-warni dengan berbagai motive kreasi.

Gasing merupakan permainan tradisional orang-orang Melayu sejak dahulu lagi. Biasanya dimainkan selepas musim menuai. Permainan gasing dipertandingkan antara kampung. Gasing dibuat dari kayu bebaru, Kemuning, Merbau, rambai, atau durian. Kayu tersebut akan ditakik-takik dan dikikis sehingga menjadi bentuk gasing.Bermacam bentuk dan jenis gasing diantaranya gasing Piring yang selalu dimainkan oleh orang dewasa, sementara gasing jantung selalu dimainkan oleh anak-anak.

Editor : A.andika
Penulis : Rahmad
Sumber : monitorriau

Komentar

News Feed