oleh

Isi Surat Wasiat Mahasiswi Kedokteran Hewan Unair yang Ditemukan Tewas di Mobil

Surabaya,Meninggalnya Bernadette Caroline Angelica Harianto (22), mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) asal Kediri, Jawa Timur, masih menjadi teka-teki. Namun kuat dugaan, dia meninggal karena bunuh diri.

Korban ditemukan tewas di dalam mobil yang terparkir di halaman apartemen Jalan H Anwar Hamzah, Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (5/11/2023) pagi. Dengan kepalannya yang terbungkus plastik dan dilakban, ada selang yang terhubung dengan tabung gas helium. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan dan barang yang hilang.

Dugaan bunuh diri tersebut dikuatkan dengan adanya temuan dua pucuk surat tulisan tangan dengan bahasa inggris. Surat tersebut ditujukan ke orang tua korban, paman, saudara dan juga teman-teman korban yang seakan berpamitan dan kecewa dengan kehidupan yang dialaminya selama ini.

Meski jasad korban sudah selesai diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, tetapi belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Berikut isi surat wasiat korban yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Surat pertama ditujukan untuk ibu dan saudaranya.

Dear Mama

Terima kasih selama ini telah melindungiku. Tetapi sekarang perlindunganmu terasa sia-sia. Aku tak pernah membuat keputusanku sendiri dalam hidup ini. Sekarang inilah bagaimana aku menunjukkan kebebasanku.

Aku memilih apa yang aku pilih dalam hidup ini. Aku tak melihat masa depan untukku. Aku tahu bagaimana kau mencintaiku. Ini bukan salahmu. Aku tidak menyalahkanmu. Maaf aku tak bisa mencintaimu kembali. Maaf aku tak dapat melindungimu.

Dear saudara laki-laki dan perempuanku

Aku berharap kalian tak berakhir seperti aku. Kalian mungkin melihat aku sebagai anak yang cerdas. Aku nggak secerdas itu. Aku adalah seorang yang bodoh yang tak pernah melihat dunia sebenarnya.

Aku telah buta selama ini dan telah memberi kalian semua harapan palsu. Dunia ini kejam. Ingat itu. Aku mencintai kalian. Tapi aku tak bisa melakukannya lagi sejak aku berhenti berharap. Sudah terlambat sekarang.

Jika seluruh dunia mempertanyakan, aku tak melihat ada harapan. Aku ingin bertahan di sana

Surat kedua ditujukan untuk paman dan sahabatnya.

Dear paman

Terima kasih telah membukakan mataku untuk melihat dunia yang kejam ini. Tetapi bocah bodoh dan rapuh yang kamu cintai ini tak bisa berkawan dengan kenyataan. Aku memilih kabur. Maaf aku pengecut. Aku tak cerdas aku tak bijaksana. Kamu melihatku salah. Aku melihat tak ada masa depan dan juga kesuksesan.

Dear sahabat

Kalian begitu kuat dan berani. Aku berharap bisa seperti kalian. Tapi kalian tahu, aku lemah. Tak punya motivasi. Aku berharap kalian bahagia selamanya. Aku tahu kalian bisa. Maafkan aku. Aku sayang kalian.

Bila setiap orang pernah menjumpaiku. Bila aku salah, bunuh saja aku. Untuk dunia. ya, kamu telah menumbuhkan kegagalan, generasi lemah.

Hidup segan mati tak mau? Aku memilih untuk mati.

Catatan redaksi:
Berita ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi pembaca melakukan tindakan serupa. Bunuh diri bukan jalan keluar dalam menghadapi persoalan kehidupan. Jika Anda memiliki permasalahan, jangan menyerah dan segera cari pertolongan.

Komentar

News Feed