oleh

Masih Ingat Kasus Suami Bakar Istri, Terdakwa Dituntut 20 Tahun Penjara

Trajunews.com ||DUMAI||- Masih ingat peristiwa sadis suami membakar istri yang terjadi Di kota Dumai, pada Selasa (8/12/2020) yang sempat menggemparkan kota Dumai, Persidangannta sudah sampai ke pembacaan Tuntutan, yang dilaksanakan pada Rabu (3/11/2021), di ‎Pengadilan Negeri (PN) Kota Dumai.

Kasus pembunuhan sadis yang dilakukan oleh terdakwa Reswanto kepada Istrinya Rahmi,  masuk ke persidangan perdana di PN Dumai, pada Rabu (6/10/2021).

Persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Reswanto dilakukan secara Virtual, persidangan tersebut dipimpin oleh Hakim Ketua Abdul Wahab, dan anggota Taufik Nainggolan dan Relson Nababan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Dumai, Priandi Firdaus membenarkan bahwa  Kasus pembunuhan sadis yang dilakukan oleh terdakwa Reswanto kepada Istrinya Rahmi, sudah masuk ke pembacaan tuntutan, pada Rabu (3/11/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Sidang  pembacaan tuntutan  kepada terdakwa Reswanto, berjalan dengan lanncar,” katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (3/11/2021).

Ia menambahkan, dalam agenda pembacaan tuntutan ini, terdakwa terbukti  melanggar Pasal 340 KUHP yaitu, melakukan pembunuhan berencana kepada korban yang merupakan istrinya sendiri.

“Tuntutan terhadap terdakwa Reswanto yang kita bacakan yakni dituntut 20 tahun penjara, terdakwa terbukti  melanggar Pasal 340 KUHP yaitu, melakukan pembunuhan berencana kepada korban yang merupakan istrinya sendiri,” jelasnya.

Andy menerangkan, untuk agenda sidang selanjutnya, yakni pledoi pembelaan yang akan dilaksanakan pada Rabu (10/11/2021), mendatang.

“Semoga tuntutan yang kita sampaikan bisa diterima oleh hakim, karena terdakwa sudah terbukti melanggar Pasal 340 KUHP pembunuhan berencana,” pungkasnya.

‎Sebelumnya, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara ‎kota Dumai, Riswanto mengikuti Reka ulang kasus pembunuhan dengan cara dibakar oleh RS tehadap Istrinya Risma.

Rekontruksi atau Reka ulang Pembunuhan sadis ini dilaksanakan di Mapolres Dumai, mengingat kondisi pelaku yang masih belum sehat sepenuhnya serta menghindari amukan massa di TKP, Jalan Sutan Hasanuddin.

RS terpaksa digantikan perannya oleh Pemeran pengganti, namun RS tetap menyaksikan Reka ulang adegan diatas kursi Roda.

Bahkan terlihat, pelaku yang kondisi masih belum sehat betul, menangis ‎menyaksikan setiap adegan adegan pembunuhan sadis dilakukan olehnya kepada istrinya sendiri.

Berdasarkan fakta fakta dari Reka ulang Adegan pembunuhan sadis ini, terungkap bahwa Pelaku RS sudah berencana melakukan pembunuhan, yang mana, pelaku telah menyiapkan dua botol bensin dibelinya menggunakan uang sang Istri.

Tidak sampai disitu, setelah membeli bensin dua botol, pelaku membuat ‎bom molotof (botol kaca yang ada sumbunya) untuk dilemparkan ke warung istrinya, saat itu istrinya sedang tidur.

Setelah Melempar botol yang berisikan bensin, pelaku malah menambahnya dengan menyiramkan bensin kembali, membuat istrinya mati terbakar di kios atau warungnya.

Setelah melancarkan aksinya, warga berdatangan ke lokasi, melihat hal tersebut, Pelaku sempat ingin bunuh diri dan mati bersama di dalam warung yang sudah penuh dengan api, setelah masuk dan tak tahan panas serta sesak napas, pelaku kembali keluar dari dalam warung dengan kondisi terbakar.

Komentar

News Feed