oleh

Operasi Yustisi, 70 Orang Pelanggar Porokes Satu Diantaranya Positif Narkoba

Trajunews.com ||DUMAI||- Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kota Dumai, yang telah menyentuh angka 2448 di awal tahun 2021, secara Akumulasi, petugas gabungan melakukan Operasi Yustisi Dalam rangka, Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Terkait Protokol Kesehatan di Kota Dumai, pada Senin (11/1/2021).

Operasi Yustisi dilaksanakan Satpol PP Kota Dumai dan Polres Dumai, di Jalan Hasanudin atau Ombak langsung dipimpin oleh Kasat Pol PP Dumai, Bambang Wardoyo, bersama Kabag Ops Polres Dumai, Kompol Suparman serta Kasat Lantas AKP Chandra Pietama 

‎Target dari Operasi Yustisi  ini adalahan, masyarakat yang tak mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker saat berkendara maupun saat berada di luar rumah. 

Namun pada Operasi Yustisi tentang penegakan hukum Perda Provinsi Riau Nomor 4 Tahun 2020, tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 21 tahun 2018 tentang penyelenggaraan kesehatan, kali ini tim menemukan seorang pelanggar yang juga diketahui positif Narkoba. 

Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudhistira, melalui Kabag Ops, Kompol Suparman membenarkan bahwa Tim Yustisi penegakan hukum Perda Provinsi Riau Nomor 4 Tahun 2020, berhasil mengamankan seorang pelanggar Prokes yang juga positif mengkonsumsi Narkoba. 

Ia menambahkan, awal mula pihaknya berhasil mengamankan seorang pria yang berinisial WL, terjaring dalam razia yustisi tentang prokes, yang dilaksanakan di Jalan Hasanuddin pada Senin (11/1/2021). 

“Jadi saat WL yang terjaring razia bersama rekanya karena tidak menggunakan masker, WL terlihat mencurigakan, karena melawan petugas dan terlihat tempramen, melihat gelagat yang tak wajar, WL beserta rekanya kita ambil sampel untuk melihat apakah WL mengkonsumsi narkoba atau tidak,” jelasnya. 

Kompol Suparman menerangkan, setelah pihaknya melakukan tes terhadap WL dan rekannya, setelah keluar hasilnya tenyata WL positif mengkosumsi narkoba sedangkan rekannya negatif. 

“Terhadap WL kita amankan dipolres untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.

Masih ditempat yang sama, Kasat Pol PP Kota Dumai, Bambang Wardoyo mengungkapkan, bahwa hasil dari Operasi Yustisi tentang penegakan hukum Perda Provinsi Riau Nomor 4 Tahun 2020, tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 21 tahun 2018 tentang penyelenggaraan kesehatan, ternyata masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya menjalankan Protokol kesehatan (Prokes). 

“Hasil Operasi Yustisi bersama tim gabungan, pada hari Senin  kita berhasil menjaring sekitar 70  pelanggar Prokes, tidak menggunakan masker,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari hasil Operasi Yustisi bersama tim gabungan, ternyata kesadaran masyarakat akan menerapkan prokes  ‎masih tergolng Rendah 

“Kita menyayangkan masih rendahnya kesedaraan masyarakat untuk menerapkan Prokes , karena Covid-19 tidak mengenal waktu untuk penyebaraanya,” sebutnya. 

Bambang menerangkan, untuk giat kali ini, tim gabungan juga menerapkan sanksi denda atau sidang ditempat, bagi pelanggar prokes, jadi tidak hanya sanksi sosial yang dikenakan. 

‎Dirinya menjelaskan, untuk giat  di Jalan Hasanudin atau ombak  terdata jumlah pelanggar sebanyak 70  orang, dengan ‎putusan hakim sebanyak 67  orang dikenakan sanksi denda, dan 3 orang pelanggar dikenakan sanksi kerja Sosial. 

Lebihlanjutdiungkapkanya, untuk jumlah denda dari 67 orang pelanggar Prokes tersebut, sebanyak Rp3.185.000, terkumpul dan  akan  diserahkan kepada negara.

Bambang berharap kepada masyarakat untuk terus disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan, karena ini sangat penting dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kota Dumai. 

“Selalu gunakan masker, ini sangat penting sekali, jangan anggap sepele, dan jika keluar rumah baik pagi, siang, sore dan malam, tetap gunakan masker,” pungkasnya.

Komentar

News Feed